Minggu, 06 November 2016

DEMONSTRASI 04 NOVEMBER, TUNTUT KEADILAN ATAS AHOK

NusanTaRa.Com



"  Kan bisa saja dalam hati kecil bapak ibu, nggak pilih saya karena dibohongi (orang) dengan Surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak ibu. Kalau bapak ibu merasa nggak bisa pilih karena takut masuk Neraka, oh nggak apa-apa  ",  Ujar sidin  Basuki Tjahyadi Purnama (ahok) di Pulau Pramuka, Selasa, (27/9/2016) dalam acara pemberian bantuuan bibit ikan bagi nelayan disana yang menjadi kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.  Karena ucapan Ahok tersebutlah  terjadi demonstrasi massal  4 November di depan Istana Presiden yang diikuti kalangan islam yang diserukan GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI),  FPI (Forum Pembela Islam) dan organisasi Islam lainnya karena merasa terlecehkan.


Menanggapi ucapan Patahana Gubernur DKI Ahok yang  melecehkan Al – Qur’an dan ummat Islam maka beberapa tokoh Islam seperti Riziek Shihab meminta pada presiden untuk mengadili Ahok atas ucapannya yang melecehkan Islam tersebut.   Beberapa pemuka agama juga menyayangi ucapan  Ahok yang menyakiti perasaan ummat Islam yang tak sepantasnya ia ucapkan menjelang Kesertaannya di Pemilihan Gubernur DKI periode 2017 – 2022 berpasangan dengan Jarot.   Meski demikian ada juga pemimpin yang bersikap moderat  dengan pernyataan yang agak ringan serta memohon agar masyarakat Indonesia memaafkan kekhilapan tersebut.

Mesjit  Istiqlal yang biasanya menampung 200.000 jemaah, namun Jum’at 04 November 2016 para Jemaah yang mengikuti sholat Jum’at saat itu memenuhi seluruh masjid dan kawasan seputar  Istiqlal jauh melebihi kapasitas sebenarnya (4 x), karena hari itu kelompok Islam melalui GNPF-MUI,  FPI dan ormas Islam lainnya telah menyerukan akan melaksanakan Demonstrasi 4 November di Istana Negara menuntut AHOK untuk di Adili atas penghinaannya terhadap Islam.  Demonstrasi 04 November tidak saja diikuti kalangan Islam di DKI karena sebelumnya beberapa kelompok Islam di Luar Jakarta menyatakan kesediannya untuk mendukung  demo ke Jakarta  seperti Jawa Timur,  Jawa Tengah,  Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Sumatera serta beberapa daerah akan melaksanakan demostrasi bertajok “ Adili AHOK sebagai penghujat Islam.  Pihak keamanan melalui Kapolri  Tito Karnavian pun telah mengarahkan satuan Kepolisian untuk menjaga Keamanan Istana Negara pada Demonstrasi 04 November dengan menarik beberapa personilnya dari beberapa  wilayah dan memfokuskan di kawasan Istana,  serta mendapat dukungan kekuatan militer yang akan memback up tugas  serta beberapa kendaraan Waterkanon dan Mobil Barakuda.
Secara resmi aksi demonstrasi  4 November 2016  baru akan dimulai secara resmi pukul 13.00 WIB,  namun sebelumnya sudah ada sebagian massa yang tiba di depan Istana Kepresidenan jalan Medan Merdeka Barat  diantaranya dari Jawa Timur,  Istiqlal sebagai pusat berkumpulnya para demonstarasipun sebelumnya telah kedatangan peserta dari daerah seperti dari Banten salaah satu darinya mengaku dating hanya berbekal uangRp 100.000 hanya untuk  turut menuntut pengadilan bagi Ahok penghujat Islam dan beberapa titik seputar Istanapun telah ada beberapa utusan daerah yang dating seperti fron pembela Islam Jawa Tengah. 

Selesai sholat Jum’at jam 13.10 WIB, Demosntran beramai-ramai menuju Istana Condana untuk menggelar Demonstrasi 4 November 2016 tuntutan Pengadilan untuk Basuki Tjahaya Purnama atas penghujataan pada Islam,  sebagaimana rencana  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) menjadi  lokomotif demo  Jumat 4 November.     "  Kita akan awali aksi dari salat Jumat dulu di Istiqlal yang jadi titik awal aksi berada  ",  Ujar Sidin Munarwan dalam deklarasi GNPF-MUI di Hotel Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta, Selasa (1/11/2016).  

Turut serta dalam keberangkatan peserta  Demonstrasi dua Wakil Ketua DPR RI  Fadli Zon dan Fahri Hamzah  sebaga mana janjinya namun tidak sampai ke Istana.   Sesampai di seputaran Istana para demonstran menyebar ke empat penjuru Istana yang telahpun dipenuhi dengan demonstran sebelumnya semua berbaju putih dan membuka sekitar 3 mimbar sebagai tempat berorasi.   "  Jika saya meninggal nanti saya bangga karena saya mati syahid demi menegakkan kalimah Allah, Allahu Akbar  ", Ujar Sidin Ust.Muslimin Demonstran Legendaris dalam orasinya.  Keinginan demonstrans  untuk mendekati Istana dibatasi oleh pagar  Barikade,  kepolisian di Backup militer yang diperkirakan berkekuatan 20.000 personil serta Mobil Water Canon dan Barakuda,  dibeberapa tempat terlihat mobil ambulance semuanya siap siaga.
Demonstran yang datang diempat penjuru mendesak pihak keamanan untuk dapat masuk dan bertemu Presiden guna menyampaikan misi mereka atas Pengadilan Ahok untuk penistaan Islam namun berhasil didesak mundur.   Setelah terjadi ketegangan antara pihak pemerintah dan Demonstran tentang tuntutan   yang ingin beertemu langsung dengan Jokowi yang saat itu tidak ada,  akhirnya disepakati  Pemerintah diwakili  Wapres Jusuf Kalla dan unsur pemerintah lain menerima tiga orang perwakilan dari para demonstran Bachtiar Nasir, Zaitun dan Misbakhun Anam di istana Merdeka sekitar pukul 17.30 WIB, adapun Rizieq Shihab menolak ikut karena ia hanya ingin bertemu Presiden.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat  DPR,  Zulkifli Hasan didampingi Sufmi Dasco Ahmad, Ahmad Hanafi Rais dan Mukhlis, menerima perwakilan pendemo yang juga terkepung demonstran yang datang dari Istana  yaitu Ketua Umum Front Pembela Islam  Rizieq Shihab beserta 12 orang perwakilan demonstran lainnya karena mereka tak ingin pulang sebelum masuk ke gedung DPR.     “  Intinya kami ingin mengawal ketat tuntutan mereka, seperti (yang dikatakan) di Istana juga  ",  Ujar Sidin Aboe Bakar Alhabsy anggota Komisi III DPR, Sabtu, 5 November 2016. 

Wapres Jusuf Kalla bersama  Wiranto, Pramono Anung dan Luqman Hakim Saepudin menyampaikan hasil pertemuannya dengan 3 perwakilan demonstran aksi damai 4 November tersebut.  “  Dalam hal soal saudara Ahok, kita akan tegakkan pelaksanaan hukum yang tegas dan cepat “,  Ujar Sidin Jusuf Kalla dan oleh Pak Kapolri Tito Karnavian dijanjikan selesai  dalam 2 minggu.   Usai pertemuan tersebut sekitar 19.45 WIB beberap peserta mulai bergeser meninggalkan area Istana sebagaimana waktu yang diberikan untuk Demonstrasi, meski demikian ada beberapa demonstrasi yang masih bertahan karena merasa kurang puas dengan keputusan karena ingin agar Basuki Tjahyadi Purnama segera ditangkap.
Ba’da Isyah keadaan demonstrasi di seputar Istana semakin memanas terlebih saat pihak keamanan meminta agar para demonstran untuk segera pulang, maka terjadilah pergesar karena tidak ingin beranjak sehingga pihak keamanan menembakkan Gas air mata dan Water Canon untuk mengusir para Demonstran pulang.   Kapolri Tito Karnapian mengimbau,  "Saya minta semua dihentikan, keluarga kita menunggu di rumah  ",  kata Kapolri dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengimbau,   "  Saya meminta masa aksi untuk tetap tenang  ".  Aksi kerusuhan demonstran mengakibatkan kepolisian kehilangan (terbakar) 4 mobil dan sekitar 15 kendaraan, 210 pendemo yang luka dan  81 polisi terluka.  Meski akhirnya para pendemo undur secara total kearah Mesjid Istiqlal.

Kerusuhan itu  merembes ke Pemukiman Basuki Tjahyadi Purnama di  Pantai Mutiara, Pluit, Jakarta Utara, tapi kawasan tersebut juga telah diblokir pihak keamanan,  seorang demonstran sempat berteriak  “  Keluar Ko  “.   Karena Ahok tidak ada para demonstran keluar menuju Kawasan Luar Batang Jakarta Utara melanjutkan demonstrasi, disini terjadi kerusuhan pembakaran  beberapa Ruko Perusahaan, kendaraan dan pembobolan Alfamart dan Indomart serta penyisiran etnis China.   Karena kesigapan pihak keamanan dalam sekejap daerah ini dikuasai kepolisian dan membarikade daerah Penjaringan dan Luar Batang lainnya di dukung  WaterKanon,  sekitar jam 15.30 kawasan Luar Batang dalam situasi stabil dan tenang.

Bung Joko Widodo menjelang akhir demonstran dini hari Sabtu menyampaikan ucapannya yang intinya,  terima kasih pada para Demonstran yang telah  menyelesaikan  acara  demokrasi secara damai meski disesalkan ada beberapa keusuhan yang berakibat kerugian, namun kita hendaklah bersabar dan akan menanggapi tuntutan mereka.   “  proses hukum terhadap saudara Basuki Tjahaja Purnama akan dilakukan secara tegas, cepat dan transparan  “, Ujar Sidin Jokowi. 
byDannyAsmorO


Berbicara bukan ahlinya,
Ahok salah menafsirkan berakibat bahaya.

Selasa, 01 November 2016

RAFI RIDWAN DESAINER TERMUDA DENGAN KEKURANGANNYA BERHASIL MERAIH PRESTASI INTERNASIONAL

NusanTaRa.Com
  
"  Rafi adalah seorang desainer cilik dengan talenta luar biasa.   Salah satu desainer termuda yang saya kenal dan dia juga tunarungu, tapi itu tidak menghalanginya mengejar cita-cita,  Dia sangat luar biasa   " puji Tyra Bank  model kenamaan Amerika.


Di usia sembilan tahun Rafi  berhasil mengawali kariernya di dunia mode, berkolaborasi dengan desainer kenamaan yang sekaligus menjadi mentornya Barli Asmara.  Pergelaran busana itu sekaligus  menjadi pembuka gerbang bagi Rafi menekuni dunia Fashion, dari situ juga dia bertemu Lia Candrasari, pemilik LC Foundation, yang mensponsori Rafi untuk tampil di Jakarta Fashion Week 2012.  Kesuksesan tersebut bukanlah sesuatu yang mudah diraih bagi Rafi Ridwan karena terlahir sebagai Tuna Rungu yang membuat pertumbuhannya terganggu, tapi berkat dukungan dukungan keluarganya yang harmonis dan suportif serta kekuatan ibu yang sangat mengasihinya Shinta Ayu Handayani semua ituu bisa teratasi dan berbuah sebagai seorang Desainer Papan atas.
 
Titik awal pembentukan karakternya ketika  berusia dua tahun ia masuk sekolah Santi Rama sekolah buat anak-anak Tuna Rungu dimana ia mulai mengenal bahasa menggambar yang membimbingnya berkomunikasi dengan sekitarnya, serta suatu saat ia berhasil menggambarkan sketsa baju buat ARIEL tokoh Duyung dalam seriel TV “  Little Mermaid  “, dimana gambar tersebut sangat berbeda dengan anak seusianya berupa Sketsa Jaket dan Rompi dimana ia melihat Ariel sebagai manusia biasa.


Sejak kecil iapun gemar menghadiri fashion show dan membaca buku-buku fashion,  hingga ia pernah menuliskan 2 permintaan melalui surat untuk Tuhan,  bahwa ia ingin bisa mendengar dan  kedua  ia ingin membuat pagelaran busana miliknya di hari ulang tahunnya.   Tuhan serasa mendengar permintaannya  hingga  saat   ulang tahunnya yang ke-9 ia menggelar mini shownya dengan kolaborasi desainer ternama Indonesia Barli Asmara, 7 rancangan miliknya dipamerkan di acara tersebut dan sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa.


Talenta besar Rafi tersebut dilihat Pengusaha dan pendiri LC Foundation, Lia Candrasari yang kemudian mendukungnya dengan mengenalkannya pada Nonita Raspati dari Rumah Mode Purana Batik dan Ariani Pradjasaputra dari Aarti untuk aksesori, kolaborasi  ketiganya menghasilkan  PAR yang  disuguhkan dalam sebuah perhelatan fashion terbesar di Indonesia, yakni Jakarta Fashion Week 2012 (JFW 2012).    Koleksi busana yang bertajuk “Echoes of Heritage”  ini berisi 24 jajaran busana ready-to-wear yang fun dan casual dengan tema  menggali potensi kebudayaan asli Indonesia dan berbagi untuk bangsa.   Sketsa-sketsa goresan karya Rafi diwujudkan dengan menggunakan material batik karya  pengrajin di Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Madura, Rembang, dan berbagai kota penghasil batik lainnya.


Sebagai perancang termuda di dunia, Rafi  Ridwan pemuda yang gigih dan tidak berhenti bermimpi  meski  tahun 2013 dalam usia 14 tahun ia berhasil berkontribusi  dalam program American Next Top Model bekerjasama dengan Tyra Banks,  tapi tidak membuatnya puas dan mimpi lainnya  menggelar fashion show di Amerika Serikat.   Mercedes Benz Fashion Week di Texas, Amerika Serikat tahun 2015 mengundang Rafi untuk menampilkan hasil rancangannya. 

 Bagi Rafi Fashion bukanlah sekedar Bisnis tapi lebih dari itu telah menjadi bagian hidupnya,   merupakan caranya  untuk berbicara pada dunia dan fashion juga merupakan semangat hidupnya.  Sehingga perjalanan hidup Pemuda ini mengajarkan tentang satu hal bahwa keterbatasan yang ada dalam diri sendiri bukan menjadi alasan untuk tidak dapat/tetap bisa bermanfaat bagi sesama dan tentunya berkarya. 
 
Di usia 12 tahun Rafi berpartisipasi dalam Malaysian Fashion Week 2014 di Lantai tiga Menara Matrade, Kuala Lumpur, diramaikan hiruk-pikuk manusia para desainer dan pengusaha mode menampilkan yang terbaik untuk menarik perhatian buyer mancanegara yang khusus bertandang ke Negeri Jiran,    Rafi  menyajikan koleksi penuh warna  kontras dibandingkan dengan runway berwarna putih,  menggunakan kain bermotif tie dye, Rafi mengetengahkan tema The Color of My Soul atau warna jiwa.    Kesuksesannya di Malaysia bukanlah ajang Internasionalnya yang pertama melainkan di Australia setahun sebelumnya dengan menggelar enam pertunjukan.


Disetiap akhir pertunjukkannya ia akan selalu mendapatkan  tepuk tangan membahana menyambut desainer cilik tersebut keluar panggung.  Rafi, dengan gaya khasnya  melenggang percaya diri di atas panggung dan menerima bunga serta ucapan selamat dari para penonton.


“  Rafi ingin menceritakan berdasarkan pengalaman hidupnya dia. Dia ingin orang mengenal siapa Rafi sebenarnya  " kata Shinta, menerjemahkan Rafi, yang terus tersenyum malu disebelah sang ibu dan  "  Apa yang ingin Rafi buktikan adalah bahwa keterbatasan tidak menghalangi menggapai mimpi  " ujar Shinta lagi.
byAsniSamandaK


 Jiwa dan Pikiran membangun kekuatan sejati,
Rafi Ridwan membangun karier dengan jiwa sejati.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...