Minggu, 05 Februari 2012

CENGKEH AFO DI TERNATE TERTUA DI DUNIA


CENGKEH  AFO DI TERNATE TERTUA DI DUNIA
(refrensi SinarTani  No. 3424 SEP-Okt Tahun 2011)


          Maluku Utara yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia Timur yang terkenal sebagai penghasil rempah sejak jaman Penjajahan Belanda dulu ternyata merupakan daerah asal jenis Cengkeh tertua di dunia yaitu  Cengkeh Afo dengan nama Latin Syzygium  aromaticum  L.  Merr & Perr yang tersebar di P. Ternate, P Tidore, P. Halmahera, P. Makian dan P. Bacan, kebesaran cengkeh Afo terkenal di Pasar International dan di Kalangan Ilmuwan sejak tahun 1956.
          Di Ternate cengkeh Afo terbentang sekitar Gunung Gamalama dalam larikan lereng mulai dari Puncak Gunung pada ketinggian 700-800m dpl menuju kaki Gunung Gamala  pada ketinggian 50-100m dpl keberadaan cengkeh sekitar gunung tersebut berpungsi sebagai Kebun Konservasi Plasma Nuftah Cengkeh secara alami.
          Pohon Cengkeh Afo tertua yang ditemukan tahaun 1956 telah di abadikan dalam bentuk monument AFO I, terletak di lereng sebelah Timur Gunung Gamalama  yang melintasi desa Marikrubu di atas Kota Ternate pada ketinggian 700m dpl, umurnya telah mencapai 370 tahun,  ketinggian 27 meter, lingkar batang 432 meter, Habitus pohon tegak, besar dan Produksi perpohon pertahun di atas 41 kg melebihi produksi rata-rata pohon Cengkeh manapun di dunia.
Cengkeh Afo I ini telah mempunyai turunan Afo II sebelah timur Gunung Gamalama  rata-rata berumur 100 tahun dan Afo III  Sekarang berumur 61-76 tahun produksi keduanya sekitar 30-41 kg pertahun berupa bunga kering perpohon dan tahan terhadap hama dan penyakit Cengkeh.

          Cengkeh Afo telah terdaftar di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman sebagai  legalisasi Cengkeh spesipik Lokasi Pulau ternate Maluku Utara .  Karena memiliki kualitas yang tinggi dan disenangi petani dengan produksi antara 30-41 kg/pohon/tahun bunga kering atau 90-125 kg bunga basah, cengkeh Afo telah dikembangkan di Provensi Jawa Barat, Lampung dan Sumatra Barat.
          Karakter Bunga Afo lebih Kecil dari Bunga Cengkeh Zanzibar yaitu setiap I kg bunga kering Cengkeh afo dibutuhkan 7 Cupa (Keranjang Bambu/rotan) sedang cengkeh Zanzibar dibutuhkan 8-8,5 Cupa.    Bobot 100 butir bunga cengkeh Afo basah sekitar 27-30 kg setelah dijemur menjadi 9-10,5 kg dengan rendemen 33-35 %.  Ukuran bunga Cengkerh Afo antara Panjang x diameter 1,8 x 0,4 Cm dan jumlah bunga per tros 19-27 butir /tros.

Bunga Cengkeh dalam Cupa Rotan,
Ambon Manise selalu dalam ingatan

By Bakri Supian

Jumat, 03 Februari 2012

ASAL-USUL GENETIK BERAS BERAROMA

ASAL-USUL GENETIK  BERAS BERAROMA

 
       Mungkin diantara kalian ada yang merasa heran ketika mendapatkan ada nasi yang beraroma harum dan ada yang biasa biasa saja, pada hal dilihat seketika bentuk biji beras itu kurang lebih saja,  jangan heran bila menemukan sedemikian karena memang ada jenis padi tertentu merupakan turunan Genetik yang beraroma harum dan biasa disebut beras Basmati (umumnya).    

     Sebuah study baru  yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Science, menegaskan satu temuan yang bertentangan dengan anggapan selama ini bahwa Beras Basmati lebih dekat dan terkait dengan jenis Genetik Varietas Beras Japonica tidak seperti dugaan sebelumnya yang beranggapan lebih kepada Genetik Varietas Indica.    

   Proses pengharuman merupakan sebuah proses mutasi alami yang berjalan sangat lama sehingga Gen pada beras yang disebut  “ BADH2 “ seiring perjalanan waktu tersebut kehilangan fungsi sehingga beras menjadi Harum “ harum disebabkan kandungan 2- acetyl-1 pyrroline per juta kandungan ini mencapai 12 x lebih besar kandungannya dibanding beras biasa dan ada juga sebagian kecil yang melalui proses transperan  genetik.    

   Penelitian menemukan bahwa mutasi yang ditemukan sebelumnya ada delapan mutasi novel dalam BADH2 terkait aroma dan menemukan bahwa mutasi yang ditemukan sebelumnya atau alel, terbagi oleh sebagian besar Varietas Padi wangi  hari ini, termasuk Varietas Japonica harum yang dikenal sebagai Basmati dan berbagai Indica harum yang dikenal sebagai  Beras Melati Thailand.
   McCouch (2005) menemukan satu  skematis  perubahan Genetik yang unik terjadi di Dataran India, bahwa jenis beras Basmati  endemik di Utara India, Pakistan dan Iran  keharumannya bukanlah bawaan dari genetik Indica meski memiliki karakteristik yang sama seperti Panjang, tipis dan tumbuh di India sebagai habitat umumnya dari Varietas Indica, tapi journal tersebut berpendapat bahwa Genetik itu merupakan transperan dari Jenis Japonica yang telah ada di daerah India, dan lebih lanjut penemuan ini mengasumsikan adanya Migrasi manusia dan pertukan budaya di daerah tersebut karena Beras Japonica yang  identik dengan nasi Sushi dari Jepang lebih banyak di Asia Timur dan Tenggara,  meski kedua varietas ditemukan di Cina 8.000 tahun lalu dan beras yang ada di muka bumi semuanya berasal dari kedua Varietas tersebut.    

   Melihat kararkteristik  beras Indonesia yang asli dan endemik yang belum mengalami penyilangan buatan varietas padi Indonesia berasal dari Varietas Japonica ini mungkin terkait dengan proses migrasi  bangsa dulu yang berasal dari Yunan sebagai contoh terlihat pada Padi endemik yang ada di Pedalaman Kalimantan yaitu Kecamatan Krayan dan disebut padi ADAN.
   Semua temuan tentang kebenaran suatu genetik sangat penting bagi klaim kepemilikan padi dan Identitas Nasional yang selama ini sering diartikan sangat sederhana.   Aroma merupakan salah satu ciri beras yang sangat dihargai yang dapat menaikkan harga beras dipasaran Kata Kovach. 

   Ilmuwan Thailand telah berhasil mempatenkan penggunaan strategi rekayasa genetick untuk melumpuhkan Gen BADH2 dan mengklaim sifat aroma sebagai warisan Nasional mereka melalui beras Melati Thailand sebagai milik orang-orang Thailand.   

Usir Burung dari Sawah Menarik tali Bentangan,
Sayang Kekasih Memakan Beras Harum dan Pulen  

by Bakri Supian

Rabu, 01 Februari 2012

TATOR KOTA BUDAYA ALUK TUA


   Tanah Toraja daerah yang berada di daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 1.300 m dpl,   kaya dengan peninggalan adat budaya  daerah yang masih termasuk rumpun  budaya  Austronesia yang mereka pertahankan dalam kehidupan keseharian hingga sekarang dan amalan kegiatan-kegiatan ritual itulah sekarang yang penjadi pesona penarik wisatawan datang berkunjung.    Berjarak sekitar 350 km dari kota Makassar di Bagian uatara Provinsi Sulawesi selatan terbagi dalam dua Kabupaten yaitu Kabupaten Tator Ibu kotanya Makale dan Kabupaten Tator Utara  Ibukotanya RantePao yang terbentuk  berdasarkan UU No. 28 Tahun 2008 dengan total penduduk sekitar 460.000 jiwa.
   Tulisan ini akan membuat gambaran tentang Tator dalam kunjunganku selama 2 hari pada oktober 2011 dan  beberapa kisah daerah ini, kunjungan ke Kota Makale kali ini merupakan kunjungan ke tiga kalinya sedang yang pertama saat masih Kuliah di Kota Makassar dan kedua ketika mendampingi Peserta Pelatihan Guru Sekolah menengah Bidang Perikanan.   Hal2 yang menarik dari Tator   :
Tongkonan
Merupakan Rumah adat Tator yang terbuat dari kayu dan bamboo yang dapat berpunsi sebagai rumah tinggal, lumbung pangan dan gudang  dan atap bangunan berbentuk melengkung yang terbuat dari bamboo atau jerami yang tersusun sangat tebal, rapi dan indah.    Bentuk dan fungsi bangunan Tongkonan sangat ditentukan oleh derajat yang memiliki bangunan tersebut kalau pemilik dari keturunan Raja maka tongkonan tersebut akan dibangun lebih mewah.   Begitu tingginya nilai spiritual tongkonan bagi masyarakat Tator sehingga dimanapun  mereka berada akan ditemukan duplikat bangunan baik sebagai bagian dari rumah mereka atau rumah kuburan. 
Kete Kesu
Sebuah perkampungan adat yang di dalamnya terdapat komplek rumah adat yang kita temukan saat memasuki kawasan ini dan dibelakangnya terdapat makam leluhur masyarakat tator sejak zaman dahulu di dalam gua dan berjejer disepanjang lereng ketika menaiki setinggi 150 meter baik yang tersimpan dalam peti mayat maupun yang berserakan,  sehingga anda dapat berphoto sambil memegang tengkorak mayat.   Tempat ini sering di jadikan tempat pelaksanaan Rambu Solok (Acara orang mati/pengkebumian mayat).  Dibagian depan tempat ini tersedia tempat Parkir dan Los penjualan cinderamatan dan penganan.
 L e m o
Merupakan  sebuah komplek pemakaman yang berada di tebing gunung curam (90 o) dari bawah akan terlihat pada setiap kuburan hiasan boneka sebutannya Tau – tau terbuat dari kayu atau bamboo dengan mengenakan baju yang menggambarkan semangat dari simayat.   Bagi masyarakat di sana Komplek mayat ini disebut  sebagai rumah  para arwah.    Kompleks pemakaman ini juga menampakkan  gambaran perpaduan antara kematian, seni dan ritual.  Jika bernasib baik kita dapat menyaksikan upaca ra Ma’ Nene yaitu acara penggantian pakaian dari mayat-mayat.
 Bung tao
Sebuah desa yang sangat indah yang menggambarkan kehidupan keseharian mereka yang berbalut adat   dan kehidupan utama  sebagai petani sehingga sepanjang jalan akan terlihat kesibukan disawah dan kebun, sesekali kita akan bertemu dara manis yang memanggul Bakul gendong di belakangnya dengan topi lebar  dari daun pandan.     Waktu itu Pas hari Pasar jadi dapat melihat kesibukan dilos pasar  sederhana hingga yang menggelar jualannya di tanah yang beralas tikar.   Di desa ini terdapat PATANE yaitu kuburan yang berhiaskan rumah Tongkonan  dan beberapa kuburan tua di atas bukit
Kota Makale
Setelah melewati  Salu  Barani yang merupakan watas Kab. Tator  yang ditandai Gapura Rumah Tongkonan diatas jembatan  kemudian  terlihat beberapa perkampungan dan gugusan sawah ditepi bukit yang indah setelah itu kami memasuki Kota Makale ibukota Kab. Tator .   Ditengah kota terdapat Kolam air Mancur berbentuk bulat  yang dikelilingi jalan besar ditengahnya terdapat patung  Pongtiku Pahlawan rakyat Tator,  disekitar bundaran ini terdapat Kantor DPRD,  Rumah Kediaman Bupati, Dua gereja besar, Hotel dan lokasi Pertokoan.
Kota RantePao
Kota RantePao yang saya temui sekarang sangat jauh berbeda ketika saya datang pertama dan kedua kalinya dulu mungkin ini sebagai dampak dari statusnya sebagai Ibukota Kab. Tator Utara yang telah penuh dengan bangunan pertokoan dan perkantoran,  seperti  Pasar sentral dulu sangat sederhana sekarang telah menjadi Pusat pertokoan dua lantai yang ramai,  disini saya sempat membeli Hiasan diding lukisan Tongkonan, 1 lusin baju kaus motip Tator dan Parang Khas Tator.     Pada radius 15 km dari kota ini banyak ditemukan tempat yang ramai dikunjungi wisatawan.
Rambu Solok
Rambu Solok merupakan suatu prosesi pemakaman orang mati terutama  dari kalangan raja atau tetua dari suatu golongan yang dilaksanakn oleh suatu keluarga besar dengan di ikuti berbagai kegiatan adat lainnya.   Pemakaman ini sering dilakukan pada mayat yang telah lama meninggal kemudian seluruh keluarga berkumpul dengan semangat persatuan yang kental mereka bahu membahu mendukung kegiatan ini sehingga setiap acara Rambu Solok dilaksanakan akan terjadi pemotongan Hewan seperti Kerbau, Sapi  dan Babi besar-besaran paling kecil 200 ekor.  Pesta Rambu Solok  membutuhkan tanah lapang yang cukup luas seperti di Perkampungan Kete Kusu karena ditempat itu akan dilaksanakan berbagai upacara adat dan dibangun pondok kecil tempat nginap bagi keluarga arwah dari luar daerah.
Acara adat yang ada dalam Pesta Rambu solok ini diantaranya Persembahan Seni tari dan Musik khas Toraja  dilaksanakn berhari-hari, Mappasilaga Tedong (Adu Kerbau),  bagi masyarakat Toraja Kerbau dianggap hewan Suci terlebih Jenis Kerbau Belang Putih (Albino) yang harganya mencapai Milliaran Rupiah,  Sisamba (adu kaki),  Parade Kerbau memperlihatkan kekekaran dan keindahan piaran mereka dan  Ma’tinggoro (Potong kerbau) suatu pertunjukan yang sangat atraktip hanya dengan sekali tebas leher Kerbau langsung Mati, serta Mapasulekka To Mate yaitu menjalakan orang mati ketempat pemakamannya dengan cara kekuatan Mistis (Acara ini jarang sekali bisa ditemukan/langka).
Kuburan Tarra
Merupakan pemakaman Bayi yang berumur 0 – 7 tahun  pada sebuah Pohon Tarra buahnya seperti buah sukun di Kampung Kambira Kecamatan Sangalla sekitar 20 km dari RantePao.  Bayi yang mati akan diMasukkan di Dalam Pohon Tarra yang terlebih dahulu dilubangi  sesuai  derajatnya dan arah rumahnya dari pohon tersebut kemudian ditutup serat kelapa  setelah lama mayat itu akan menyatu dengan pohon, pohon ini bagi masyarakat di anggap suci, meski ritual ini sudah lama tidak dilaksanakan tapi tempat ini ramai dikunjungi wisatawan.
   Semua kegiatan budaya di atas merupakan satu replica dari kekuatan masyarakat mengamalkan keyakinan mereka memegang budaya dulu yang di sebut Aluk Toa sebuah kepercayaan Animisme yang telah ada jauh sebelum peradaban keagamaan datang.    Disisi lain mereka adalah masyarakat Agraris yang penghidupan  utama sebagai petani sehingga disepanjang  jalan terbentang hamparan sawah, pertanian dan perkebunan yang luas hingga kesela-sela berbukitan dan mengikuti alur-alur sungai yang membuat alam Toraja Indah dan damai berbalut sacral.  Jika anda berada di kota besar dan belum pernah ke TOraja tapi ingin merasakan nikmat megisnya  cobalah singga ke café di Mall dan pesan KOPI TORAJA yang telah menjadi Brand cukup popular.

Bernaung di TongKonan yang Kaya  upacara,
Tanah Toraja Istana Megah Budaya Aluk Tua

By  Bakri Supian

Jumat, 27 Januari 2012

MESKI DI CAP KUMIS KUCING, PATEN UNTUK PENYAKIT KELAMIN



       Mungkin anda pernah menemui tanaman bunga berupa perdu kecil dihalaman rumah dengan bunga berwarna Putih, tersusun indah berupa tandan dan benang sari yang menjuntai lembut keluar agak panjang sangat indah, bunga Kumis Kucing yang sering dijadikan tanaman hias pekarangan rumah. Tanaman ini selain memiliki keindahan untuk menghiasi taman juga bermanfaat untuk berbagai macam penyakit diantaranya Penyakit Kencing Manis (diuretic).

       Perdu yang ketinggiannya dapat mencapai 2 meter batang basah berbentuk persegi empat beralur, daun berbentuk bundar dan lonjong dengan ukuran panjang 1 – 10 Cm dan lebar 1.5 – 7.5 Cm merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Tropis yang kemudian menyebar ke daratan Asia dan Australia termasuk Indonesia. Bunga Kumis Kucing mempunyai nama Latin Orthosiphon aristatus dari family Lamiaceae/Labiatae dan biasa disebut Kemujung mudah diketemukan dipermukaan bumi hingga ketinggian 1.000 m dpl, tanah yang sesuai jenis Andosol dan Latosol, daerah dengan curah hujan 3.000 mm/thn dan Sinar matahari penuh dan tinggi karena naungan akan menurunkan kadar ekstrat daunnya.

       Kumis Kucing merupakan Herba yang cukup mujarab untuk menyembuhkan Penyakit Kencing Manis yaitu penyakit saat kita buang air kecil terasa sakit dan menetes sedikit sedikit, terutama saat bangunpagi ini akan terasa lebih menyakitkan, jika memiliki tanda seperti itu jangan ragu gunakan Tanaman ini karena ini merupakan pengalaman hidup saya sejak masih sekolah di SMP.

       Cara penggunaannya bila anda terkena penyakit Kencing Manis, ambil Daun tanaman ini secukupnya kemudian rebus sampai mendidih , setelah dingin minum seukuran gelas minum (warnanya seperti Teh tapi lebih mudah), dalam sehari di anjurkan 3-4 kali di utamakan ketika hendak tidur malam dan bangun pagi, Insya Allah penyakit kencing manis akan hilang.

       Selain Kencing manis Perdu ini dapat berpungsi sebagai Herba penyembuh penyakit 1) Sakit Pinggang dan Radang Ginjal 2) Rematik, Batuk Radang dan Sembelit 3) Infeksi Ginjal (Chronic nephritis) 4) Infeksi kandung Kemih 5) Kencing batu dan infeksi kandung kemih 6) Kencing Manis 7) dan lain-lain yang ora aku ngerti.

       Sebagai tambahan bahwa Bunga Kumis Kucing ( Orthosiphon aristatus ) yang dapat mengindahkan hidup dan penuh kasiat kesehatan mengandung zat Ortosifonin, Garam Kalium, Saponim dan Tanin. Saran saya buat yang akrab dengan penyakit Kencing Manis tanamlah Bunga Kumis Kucing ini ditaman Pekarangan rumah anda. 


Jauh merantau tersesat ke Nunukan, 
Kumis Kucing teringat saat kencing Tak Tertahan

By Bakri Supian

Selasa, 24 Januari 2012

KHASIAT GETAH PEPAYA BAIK UNTUK MENYEMBUHKAN EKS LUKA BAKAR

NusaNTaRa.Com                                                                                                                                                           byRaisALembuduT,                                                                                                                21     J a n u a r i     2012

Pepaya (Carica papaya) buah jingga yang banyak dijual  bergelantungan dipasar dengan harga murah-meriah,  berdaging buah yang lembut, rasa manisnya enak dan penuh dengan vitamin C.   Di kalangan masyarakat desa buah ini selain santapan pengenyang juga  sangat identik untuk melancarkan buang air besar dan banyak keperluan medis lainnya seperti  pepaya ternyata sangat baik untuk regenerasi kulit,  salah satunya adalah menyembuhkan luka bakar. 

Kandungan di dalam buah pepaya, yaitu : zinc, kalsium, fosfor, magnesium, selenium, betakaroten, lutenin, vitamin A dan C, dan enzim papain.   Enzim papain terdapat di getahnya bias terkandung di dalam buah,  daun,  akar  dan batangnya dan  enzim papain inilah yang dapat menyembuhkan luka bakar.     Buah pepaya secara empiris digunakan sebagai obat luka bakar,  jerawat,  kutil eksim (Soedibyo, 1998).  Pepaya efektif mencegah nekrotik infeksi luka bakar, pengerasan permukaan luka dan penebalan kulit. Khemopapain dan papain aktivitasnya sebagai enzim proteolitik dan sebagai antimikroba (Starley et al., 1999).

Menurut dr. Erna Cipta Fahmi,  dokter herbal sekaligus pemilik perkebunan organik  “ Kebon Q-ta ”,   bahwa enzim papain merupakan enzim yang meregenerasi kulit yang telah rusak atau mati dengan segera menjadi lebih muda lagi,    selain itu dapat mengenyalkan kulit karena sifatnya adalah meluruhkan lemak.    Makanya ketika orang akan memasak daging sapi, biasanya daging sapi tersebut digosok-gosok dahulu dengan menggunakan daun pepaya agar cepat lunak dan enak dikunyyah  saat dimakan.

Pepaya yang digunakan untuk menyembuhkan luka bakar adalah pepaya muda karena getah di pepaya muda masih sangat banyak, dengan mengumpulkan getah tersebut sebanyak mungkin lalu diibalurkan ke luka bakar yang ada.    Hal yang perlu diperhatikan sebaiknya sebelum dibalurkan ke luka bakar, dibalurkan dahulu ke punggung tangan  kemudian diamkan selama 15 menit,   apabila terasa gatal dan kemerahan, sebaiknya jangan menggunakan getah pepaya sebagai penyembuh luka bakar karena keadaan itu  mengindikasikan bahwa kulit kita alergi terhadap getah pepaya.

Getah atau Lateks yang diperoleh dari pepaya digunakan untuk mengobati daerah pada kulit yang  rusak, karena fungsinya yng mudah meregenerasi pertu,buhan kulit sehingga mudah memperbaiki sel kulit yang rusak seperti luka bakar.   Karena fungsi meregenerasi getah papaya tersebutlah sehingga beberapa pakar  menelitinya dengan berbagai penyakit kulit sehingga ditemukan obat berbahan dasar tersebut untuk mengobati jerawat dengan meramunya sebagai masker.

Pepaya bisa menjadi bahan  revitalisasi agen  yang  digunakan dalam banyak kosmetik bahkan digunakan dalam masker wajah buatan sendiri oleh banyak wanita,  Papain membunuh sel-sel mati dan membersihkan kulit  membantu mengobati kulit terbakar dan iritasi.  Hadirnya likopen pada pepaya mengurangi pembentukan keriput pada wanita pasca-menopause, menurut sebuah studi 2014.

Selain pengobatan dari luar, pengobatan dari dalam pun sangat disarankan untuk proses penyembuhan luka bakar.  Setiap hari, sebelum makan sebaiknya mengkonsumsi buah pepaya yang sudah matang.  Tidak diperbolehkan makan buah pepaya yang masih muda secara langsung karena akan berdampak buruk bagi lambung.

Buah Pepaya pastilah seksi genit,

Getah Pepaya penyembuh luka bakar di kulit.

SUKU SEKO TO LEMO DI JANTUNG SULAWESI (SULSEL-SULBAR-SULTENG DAN SULTRA)

NusaNTaRa.Com            byIndaHPalloranG,       J   u   m   a   t,    2   1     A   g   u   s   t   u   s     2   0   2   6             Se...